USBN TIDAK BISA “DIDOAKAN”,
TETAPI “DIUJIKAN
“
Saat
melihat para pelajar SMPN 4 Nubatukan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar
Nasional ( USBN ), saya teringat akan kata-kata Robert Rero bahwa kecerdasan
anak tidak bisa didoakan tetapi dirangsang dalam sebuah ruang kompetisi
(ujian). Dan kalau dianalisis secara cermat maka USBN adalah ruang kompetisi
itu, yakni sebuah cara atau strategi untuk mencerdaskan para pelajar.
Dalam
kajian BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan ) USBN adalah kegiatan
pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan
pendidikan pada semua mata pelajaran dengan mengacu pada standar kompetensi
lulusan guna memperoleh pengakuan atas prestasi belajar. Itu berarti kerja
keras pelajar selama menerima pengetahuan kurang lebih 5 semester akan terlihat
pada hasil USBN nanti. USBN juga akan menjadi titik pijak dan pengakuan atas kerja keras guru, apakah dia
berhasil atau tidak?
Sebenarnya
berdasarkan keputusan BSNP nomen klatur Ujian Sekolah (US) di tahun 2018 ini,
ditingkatkan mutunya menjadi Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau disingkat
USBN. Adapun tujuan tersiratnya adalah menjadikan USBN sebagai salah satu parsyarat
kelulusan siswa dan syarat mengikuti Ujian Nasional (UN). Ditahun 2018 ini juga,
jumblah pelajar SMPN 4 Nubatukan yang mengikuti USBN adalah 81 orang dengan
perincian peserta laki-laki 39 orang dan
peserta perempuan 42 orang, sehingga
para peserta ujian ini kemudian di bagi kedalam 5 ruang ujian.
Kegiatan
USBN di SMPN 4 Nubatukan berjalan sangat aman dan tertip, terutama lagi karena mendapat kunjungan dari Tim Monitoring Kabupaten. Baik Kepala UPTD
Nubatukan ( Mathias Sanga Reko,S.Pd.SD ),Kepala Seksi Kurikulum ( Aloysius
Gesuk) maupun Kepala Bidang SMP ( Yulius
Jumad,M.Pd ) yang menyempatkan untuk
berkunjung, sama-sama memberi apresiasi yang sangat baik atas pelaksanaan
kegiatan USBN hari pertama yang dinilai tertib dan sesuai rencana. Mereka
berharap, kedepannya SMPN 4 Nubatukan bisa menyelenggarakan USBN berbasis
komputer seperti beberapa sekolah lainnya. Harapan yang sama juga dialamatkan
kepada para pelajar bahwa seperti seperti kata Robert Rero, USBN itu tidak bisa
didoakan tapi diujikan, oleh karenanya para pelajar diharuskan memanfaatkan
waktu yang ada untuk giat dan rajin belajar.
Renhold
Niebuhr pernah mengatakan” Allah memberikan kita ketulusan untuk menerima apa
yang tidak bisa diubah, tetapi memberikan kita keberanian untuk mengubah apa
yang kita bisa”. Dan saat ini para
pelajar SMPN 4 Nubatukan butuh keberanian itu, untuk mengubah kecerdasan dan
prestasi mereka lewat USBN agar menjadi
lebih baik. Karena itu segala doa dan
dukungan dari Pemerintah dalam hal ini Dinas PKO dan Orang tua, untuk anak-anak SPEN FOUR slalu kami harapkan....





Komentar
Posting Komentar